Nampang di Selorejo Batu

Luasnya danau dan keindahan sekelilingnya dapat menyegarkan pikiran - atisumpek.com

Mlaku-mlaku nang MazoLa

Wisata Maharani Zoo Lamongan

Melihat Sunseat dari puncak gunung

Keindahan alam di puncak Gunung Welirang Malang

MaknYuzz....

Narsis.com

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

HTML/JavaScript

g
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

Hukum Mengunjungi Situs Peninggalan Sejarah Agama Lain

Berkaitan dengan iman dan takwa karena mengunjungi tempat ibadah agama lain itu tergolong perbuatan syirik atau bukan. Berkaitan dengan iptek karena mengunjungi atau mengadakan observasi ke suatu tempat merupakan suatu langkah yang penting dalam rangka mendapatkan pengetahuan langsung dari sumber primernya, termasuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah baik yang berkaitan dengan agama islam atau bukan. Islam sebagai agama paripurna pun selalu mendorong umatnya untuk giat menuntut ilmu, tak terbatas ilmu-ilmu agama, namun juga segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dengan demikian, perlu diketahui bagaimanakah hukum mengunjungi tempat ibadah non muslim dalam rangka penelitian tersebut.
Islam selalu mendorong pemeluknya untuk memperkaya ilmu pengetahuan diberbagai bidang demi kesejahteraan hidupnya. Seorang muslim dituntut untuk ‘membaca’ alam semesta agar memperoleh ilmu pengetahuan. Hal itu sebagaimana firman Allah yang terdapat dalam Qs.Al-‘Alaq[96] ayat 1 yang artinya : “ bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.” (Al-‘Alaq [96]:1). Dan juga dijelaskan pada Qs.Al-Mujadilah [59]ayat 11 dijelaskan bahwa :” ...... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Mujadilah [58] ayat 11.
Pengetahuan yang dimaksud disini bersifat umum, sehingga tidak hanya berkutat pada pengetahuan agama islam saja, meskipun itu lebih utama,akan tetapi keumuman ayat di atas mencakup seluruh pengetahuan yang dapat dipelajari oleh manusia,termasuk pengetahuan tentang sejarah.
Terkait dengan ilmu sejarah, Allah SWT juga telah memerintahkan umat manusia untuk mengambil pelajaran dari umat terdahulu,sebagaimana firman Allah QS. An-Nazi’at [79] ayat 15 sampai 26 dimana yang diartikan : “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa? Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu lembah Thuwa. Pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, maka katakanlah (kepada Fir’aun): ‘Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan) dan engkau aku pimpin untuk ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?’ Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu’jizat yang besar. Tetapi,dia (Fir’aun) mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menentang (Musa). Kemudian mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru (memanggil kaumnya) seraya berkata : “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. ‘Maka Allah menghukumnya di akhirat dan siksaan di dunia. Sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah). “(Qs.An-Nazi’at[79]:15-26)
Maksud diatas menerangkan kepada umat islam mengenai pentingnya mengetahui kisah-kisah/sejarah umat terdahulu (dalam hal ini adalah kisah Nabi Musa) untuk dijadikan sebagai renungan dan pelajaran bagi kehidupan masa kini. Selain itu juga untuk mempelajari hal buruk yang telah terjadi pada masa lalu untuk dijadikan sebagai bahan introspeksi diri supaya tidak terulang kembali dimasa mendatang. Begitu pula dalam firman Allah Qs. Al-Hasyr[59] ayat 2 menjelaskan: “ Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah. Maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (Kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, Hai orang-orang yang mempunyai wawasan.”(Al-Hasyr[59]:2)
Islam tidak melarang pemeluknya untuk menuntut ilmu apapun, termasuk penelitian sejarah selama tidak membahayakan akidah. Dalam penelitian sejarah, hal yang penting dilakukan adalah survei (peninjauan) lapangan, sehingga diharuskan untuk mengambil informasi dari sumber langsung sebagai referensi utama penelitian. Penelusuran data asli melalui kunjungan ke tempat-tempat bersejarah seperti candi, gereja tua, museum dan tempat-tempat lain yang bersejarah pun tidak dapat terpisahkan dari rangkaian penelitian yang harus dilakukan.
Mengunjungi tempat ibadah agama lain diperbolehkan selama tidak mengotori akidah umat islam, sehingga tidak dibenarkan mengikuti ritual-ritual tertentu yang bertentangan dengan akidah islam. Dengan demikian, mengunjungi tempat apapun dalam rangka mencari pengetahuan itu diperbolehkan selama mempunyai niat yang benar. Di samping itu, hendaknya kunjungan ke tempat ibadah agama lain itu dilakukan sekedarnya saja tanpa harus berlama-lama. Karena penelitian yang sifatnya mendesak tersebut termasuk keadaan darurat yang hanya boleh dilakukan sekadar mengambil i’tibar (pelajaran) saja.
Berdasarkan pada pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa mengunjungi tempat-tempat bersejarah agama lain untuk tujuan penelitian arsitektur, kebudayaan dan lain sebagainya diperbolehkan selama tidak mengandung kesyirikan dan mengotori akidah.

Senin, 19 Maret 2012

Membangun Komunikasi Efektif dalam Kantor

Di dalam organisasi Anda terdapat aturan-aturan tertulis dan tidak tertulis tentang bagaimana individu berkomunikasi dengan kolega, karyawan dan atasan. Dalam organisasi lain, ada keluwesan yang lebih besar dan Anda bisa berkomunikasi dengan seseorang yang lebih tinggi kedudukan atau hirarkinya dibanding atasan langsung Anda sepanjang Anda mengirim kopi pesan Anda kepada atasan tersebut.

Anda harus tahu siapa yang dapat tersinggung dan siapa yang akan marah ketika Anda mengirimkan sebuah pesan yang melampaui satu level diatas anda. Pada semua kasusnya pentinglah untuk memahami bagaimana kekuasaan mempengaruhi sistem aliran informasinya. Orang dengan kedudukannya memiliki kekuasaan dan bisa mempengaruhi kebijaksanaan, perencanaan dan operasi-operasinya perusahaan

I. Komunikasi dengan Kolega

Komunikasi yang baik diantara kolega-kolega selalu penting dan terutama sekali dalam organisasi-organisasi yang berorientasi tim. Itu penting untuk mengkoordinasikan proyek-proyek, menghasilkan pekerjaan berkualitas yang dilaksanakan dengan baik, memecahkan kesalahpahaman, membagi gagasan-gagasan dan dukungan.

Sangatlah baik untuk mengansumsikan bahwa komunikasi jujur dan terbuka diantara kolega-kolega adalah bermanfaat bagi Anda dan organisasi Anda.

10 Tips Membangun Komunikasi Efektif dengan Kolega

1. Belajarlah tentang masing-masing kolega dengan siapa Anda membagi informasi. Pahamilah sikap-sikap mereka dan level kemampuannya.
2. Terapkanlah kepercayaan. Jangan menghianati kepercayaan atau membuat kolega-kolega secara suka rela menangani proyek-proyek yang tidak diinginkan, misalnya.
3. Bermainlah dengan jujur. Ini akan berlangsung disepanjang jalan ke arah pemberian hak kepada Anda untuk mengharapkan permainan yang adil sebagai pengembaliannya.
4. Temukanlah persoalan-persoalan dan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan yang menyenangkan Anda berdua. Temukanlah pokok-pokok persetujuan tentang prosedur-prosedur operasi. Bagikanlah ide-ide yang baik.
5. Tunjukanlah penghargaan.
6. Bersedialah berbicara dan jangan menimbun informasi pada saat Anda menerapkan kepercayaan.
7. Berikanlah kontribusi yang solid dan produktif untuk proyek-proyek kelompok.
8. Bantulah orang lain mencapai tujuan-tujuannya.
9. Bantulah orang lain mengembangkan kecakapan-kecakapannya.
10. Berikanlah umpan-balik konstruktif bilamana diperlukan.

II. Berkomunikasi dengan Orang yang Bekerja untuk Anda

Kemampuan Anda untuk berhubungan dengan orang yang melaporkan hal-hal yang krusial untuk kesuksesan Anda dan kesuksesan mereka. Anda bertanggungjawab untuk menghasilkan yang paling baik buat mereka dan mereka mereka mendukung Anda dalam memenuhu tanggungjawab Anda. Dimulai dengan apa yang diinginkan oleh kebanyakan orang dari atasan meraka.

1. Informasi tentang bagaimana menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.
2. informasi tentang perusahaan.
3. Penjelasan tentang proyek-proyek tim dan bagaimana proyrk-proyek tim berhubungan dengan tujuan-tujuan organisasi.
4. Umpan-balik konstruktif tentang kinerja.
5. Satu kadar kemandirian.
6. Penghargaan ketika mereka mendapatkannya dan tanpa meminta.
7. Kesan ikut memiliki.
8. Pekalah pada pengaruh yang dimiliki pesan Anda.
9 Cara Mengembangkan Otorisasi

Untuk menjadikan komunikasi yang lebih efektif dengan para anggota tim yang lapor kepada Anda :

1. Adil dan jangan pilih kasih.
2. Hargailah.
3. Berusahalah sejujur mungkin dan arahkanlah sekuat mungkin.
4. Etislah tentang bisnis perusahaan dan luweslah dengan masalah-masalah individual.
5. Perjelaslah tentang siapa yang bertanggungjawab untuk apa.
6. Bersifat empatilah dan berusahalah memahami situasi-situasi dari pandangan-pandangan mereka.
7. Sadarlah atas keadaan emosinya.
8. Pekalah pada pengaruh yang dimiliki pesan Anda.
9. Monitorlah komunikasi monverbal Anda, terutama sekali nada suara Anda.



III. Berkomunikasi dengan Atasan

Ketika Anda ingin berkomunikasi secara efektif dengan sesorang yang mempunyai tanggungjawab dan posisi yang lebih tinggi didalam organisasi Anda, mulailah dengan mengambil petunjuk-petunjuk Anda dari praktek yang mapan. Kalau atasan Anda benar-benar mempunyai pintu yang terbuka, maka pergunakanlah itu. Kalau tidak, pelajarilah cara yang bisa diterima untuk mendekatinya.

Apa yang Harus Anda Katakan ?

Komunikasi dengan atasan Anda sebaiknya lebih formal dibanding komunikasi Anda dengan orang lain. Anda bisa berkomunikasi tentang persoalan-persoalan berikut ini dengan atasan Anda :

1. Informasi yang secara langsung melayani tugas-tugas pembuatan keputusan atasan Anda.
2. Ide-ide tentang proyek-proyek spesifik.
3. Keluhan-keluhan dan masalah-masalah penting yang akan menguntungkan dari perhatian atasan Anda.
4. Usulan-usulan yang dipikirkan dengan baik untuk memperbaiki prosedur-prosedur.
5. Informasi laporan yang mapan.

Hindarilah berkomunikasi tentang persoalan-persoalan lain yang tidak mempengaruhi kinerja Anda, seperti hubungan pribadi Anda.

Bagaimana Mengembangkan Otoritas dengan Atasan

Tentunya, langkah pertama untuk menetapkan reputasi yang berharga adalah dengan berkinerja secara baik dan dapat dipercaya. Namun itu hanyalah langkah pertama. Anda harus juga :

1. Belajar apa saja yang Anda bisa tentang pekerjaan Anda, departemen Anda, perusahaan Anda dan industri Anda.
2. Simpanlah catatan-catatan baik dalam rapat-rapat dan reviewlah catatan-catatan tersebut. Anda akan bermanfaat kalau Anda bisa membantu orang lain mengingat apa yang meraka capai dan rencanakan dalam rapat-rapat.
3. Janganlah malu untuk menyajikan ide-ide paling baik Anda dalam setting berprofil tinggi, ketika Anda mendapatkan perhatian atasan Anda.
4. Bersedialah dan siaplah untuk membuat Anda terlihat baik oleh atasan Anda atau membantunya ketika tim atau departemen Anda dalam sorotan.
5. Temukanlah apa yang dipikirkan oleh atasan Anda dan apa yang dia butuhkan untuk membuat keputusan-keputusan.
6. Pertajam pemilihan waktu Anda sehingga Anda bisa mewaspadakan atasan Anda atas masalah-masalah yang berkembang tanpa beresiko menyampaikan berita buruk ketika ia inginkan.